Showing posts with label Postingan Individu Psi.Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Postingan Individu Psi.Pendidikan. Show all posts

Monday, 11 June 2012

Andragogi


Pengertian Andragogi

Andragogi berasal dari bahasa Yunani aner artinya orang dewasa, dan agogus artinya
memimpin. Istilah lain yang kerap kali dipakai sebagai perbandingan adalah pedagogi yang
ditarik dari kata paid artinya anak dan agogus artinya memimpin. Maka secara harfiah pedagogi
berarti seni dan pengetahuan mengajar anak.
Karena itu, pedagogi berarti seni atau
pengetahuan mengajar anak maka apabila memakai istilah pedagogi untuk orang dewasa jelas
kurang tepat, karena mengandung makna yang bertentangan.

Sementara itu, menurut (Kartini Kartono, 1997), bahwa pedagogi (lebih baik disebut sebagai androgogi, yaitu ilmu
menuntun/mendidik manusia; aner, andros = manusia; agoo= menuntun, mendidik) adalah ilmu
membentuk manusia; yaitu membentuk kepribadian seutuhnya, agar ia mampu mandiri di tengah
lingkungan sosialnya.

Pada banyak praktek, mengajar orang dewasa dilakukan sama saja dengan mengajar anak.
Prinsip-prinsip dan asumsi yang berlaku bagi pendidikan anak dianggap dapat diberlakukan bagi
kegiatan pendidikan orang dewasa. Hampir semua yang diketahui mengenai belajar ditarik dari
penelitian belajar yang terkait dengan anak. Begitu juga mengenai mengajar, ditarik dari
pengalaman mengajar anak-anak misalnya dalam kondisi wajib hadir dan semua teori mengenai
transaksi guru dan siswa didasarkan pada suatu definisi pendidikan sebagai proses pemindahan
kebudayaan.

Namun, orang dewasa sebagai pribadi yang sudah matang mempunyai kebutuhan
dalam hal menetapkan daerah belajar di sekitar problem hidupnya.
Kalau ditarik dari pengertian pedagogi, maka andragogi secara harfiah dapat diartikan sebagai
seni dan pengetahuan mengajar orang dewasa. Namun, karena orang dewasa sebagai individu
yang dapat mengarahkan diri sendiri, maka dalam andragogi yang lebih penting adalah kegiatan
belajar dari siswa bukan kegiatan mengajar guru. Oleh karena itu, dalam memberikan definisi
andragogi lebih cenderung diartikan sebagai seni dan pengetahuan membelajarkan orang
dewasa.


Kebutuhan Belajar Orang Dewasa.

Pendidikan orang dewasa dapat diartikan sebagai keseluruhan proses pendidikan yang
diorganisasikan, mengenai apapun bentuk isi, tingkatan status dan metoda apa yang digunakan
dalam proses pendidikan tersebut, baik formal maupun non-formal, baik dalam rangka kelanjutan
pendidikan di sekolah maupun sebagai pengganti pendidikan di sekolah, di tempat kursus,
pelatihan kerja maupun di perguruan tinggi, yang membuat orang dewasa mampu
mengembangkan kemampuan, keterampilan, memperkaya khasanah pengetahuan,
meningkatkan kualifikasi keteknisannya atau keprofesionalannya dalam upaya mewujudkan
kemampuan ganda yakni di suatu sisi mampu mengembangankan pribadi secara utuh dan dapat
mewujudkan keikutsertaannya dalam perkembangan sosial budaya, ekonomi, dan teknologi
secara bebas, seimbang, dan berkesinambungan.

Dalam hal ini, terlihat adanya tekanan rangkap bagi perwujudan yang ingin dikembangankan
dalam aktivitas kegiatan di lapangan. Pertama untuk mewujudkan pencapaian perkembangan
setiap individu, dan kedua untuk mewujudkan peningkatan keterlibatannya (partisipasinya) dalam
aktivitas sosial dari setiap individu yang bersangkutan. Tambahan pula, bahwa pendidikan orang
dewasa mencakup segala aspek pengalaman belajar yang diperlukan oleh orang dewasa, baik
pria maupun wanita, sesuai dengan bidang keahlian dan kemampuannya masing-masing.

Dengan demikian hal itu dapat berdampak positif terhadap keberhasilan pembelajaran orang
dewasa yang tampak pada adanya perubahan perilaku ke arah pemenuhan pencapaian
kemampuan/keterampilan yang memadai. Di sini, setiap individu yang berhadapan dengan
individu lain akan dapat belajar bersama dengan penuh keyakinan. Perubahan perilaku dalam hal
kerjasama dalam berbagai kegiatan, merupakan hasil dari adanya perubahan setelah adanya
proses belajar, yakni proses perubahan sikap yang tadinya tidak percaya diri menjadi perubahan
kepercayaan diri secara penuh dengan menambah pengetahuan atau keterampilannya.

Perubahan perilaku terjadi karena adanya perubahan (penambahan) pengetahuan atau
keterampilan serta adanya perubahan sikap mental yang sangat jelas, dalam hal pendidikan
orang dewasa tidak cukup hanya dengan memberi tambahan pengetahuan, tetapi harus dibekali
juga dengan rasa percaya yang kuat dalam pribadinya. Pertambahan pengetahuan saja tanpa
kepercayaan diri yang kuat, niscaya mampu melahirkan perubahan ke arah positif berupa adanya
pembaharuan baik fisik maupun mental secara nyata, menyeluruh dan berkesinambungan.


DAFTAR PUSTAKA

Friday, 1 June 2012

Paedagogi





Paedagogi adalah bimbingan yang diberikan dengan sengaja oleh orang dewasa kepada anak atau orang lain yang belum dewasa, disebut pendidikan (pedagogik).
Selain itu paedagogi juga berarti suatu usaha yang dijalankan oleh seseorang atau sekelompok orang untuk mempengaruhi seseorang atau sekelompok orang lain menjadi dewasa atau tingkat hidup dan penghidupan yang lebih tinggi.
Sementara itu pengertian ilmu paedagogi adalah ilmu yang membicarakan masalah atau persoalan-persoalan dalam pendidikan dan kegiatan-kegiatan mendidik, antara lain seperti tujuan pendidikan, alat pendidikan, cara melaksanakan pendidikan, anak didik, pendidik dan sebagainya.
Proses berjalannya paedagogi ini tentunya memerlukan peran guru.
Sehubungan dengan itu guru dituntut untuk memiliki kompetensi yang memadai dalam mengelola pembelajaran. Secara operasional kemampuan mengelola pembelajaran menyangkut tiga fungsi manajerial, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian.

1. perencanaan menyangkut penetapan tujuan, dan kompetensi, serta memperkirakan cara pencapaiannya. Perencanaan merupakan fungsi sentral dari manajemen pembelajaran dan harus berorientasi kemasa depan. Guru sebagai manajer pembelajaran harus mampu mengambil keputusan yang tepat untuk mengelola berbagai sumber.

2. Pelaksanaan adalah proses yang memberikan kepastian bahwa proses belajar mengajar telah memiliki sumber daya manusia dan sarana prasarana yang diperlukan, sehingga dapat membentuk kompetensi dan mencapai tujuan yang diinginkan.

3. Pengendalian atau evaluasi bertujuan untuk menjamin kinerja yang dicapai sesuai dengan rencana atau tujuan yang telah ditetapkan. Guru diharapkan membimbing dan mengarahkan pengembangan kurikulum dan pembelajaran secara efektif, serta memerlukan pengawasan dalam pelaksanaannya. Guru merupakan seorang manajer dalam pembelajaran, yang bertanggung jawab terhadap perencanaan,pelaksanaan, dan penilaian perubahan atau perbaikan program pembelajaran. Untuk menjamin efektifitas pengembangan kurikulum dan sistem pembelajaran, guru sebagai pengelola pembelajaran bersama tenaga pendidik lainnya harus menjabarkan isi kurikulum secara lebih rinci dan operasional kedalam program pembelajaran.

Kalau dari segi peserta didik, ada beberapa hal yang perlu dipahami oleh sang guru, yaitu :
1) Tingkat kecerdasan
Orang yang berjasa menemukan tes intelengensi pertama sekali adalah seorang dokter berkebangsaan Perancis: Alfred Binet dan pembantunya Simon, tes ini pertama sekali diumumkan antara 1908–1911 yang diberi nama skala pengukur kecerdasan. Purwanto (1996) Tes Binet Simon terdiri dari sekumpulan pertanyaan-pertanyaan yang telah dikelompok-kelompokan menurut umur (untuk anak-anak umur 3–5 tahun) yang tidak berhubungan dengan pelajaran di sekolah, seperti:
a. Mengulang kalimat-kalimat yang pendek atau panjang.
b. Mengulang deretan angka-angka
c. Memperbandingkan berat timbangan
d. Menceritakan isi gambar-gambar
e. Menyebutkan nama bermacam-macam warna
f. Menyebutkan harga mata uang
g. Dan sebagainya

Dengan tes semacam inilah usia kecerdasan seseorang diukur/ditentukan. Dari tes itu ternyata tidak tentu bahwa usia kecerdasan tidak sama dengan usia sebenarnya. Sehingga dengan demikian kita dapat melihat adanya perbedaan-perbedaan I.Q (Inteligentie Quotient) pada tiap-tiap orang/anak.

2) Kreatifitas
Kreativitas bias dikembangkan dengan penciptaan proses pembelajaran yang memungkinkan peserta didik mengembangkan kreativitasnya. Secara umum guru diharapkan menciptakan kondisi yang baik, yang memungkinkan setiap peserta didik dapat mengembangkan kreativitasnya, antara lain dengan teknik kerja kelompok kecil, penugasan dan mensponsori pelaksanaan proyek. Anak yang kreativ belum tentu pandai, dan sebaliknya.

Proses pembelajaran pada hakikatnya untuk mengembangkan aktivitas dan kreativitas peserta didik, melalui berbagai interaksi dan pengalaman belajar. Namun dalam pelaksanaannya seringkali kita tidak sadar, bahwa masih banyak kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan justru menghambat aktivitas dan kreativitas peserta didik. Hal ini dapat dilihat dalam proses belajar mengajar di kelas yang pada umunya lebih menekankan pada aspek kognitif.

Gibbs dalam Mulyasa (2006). Berdasarkan penelitiannya menyimpulkan bahwa kreativitas dapat dikembangkan dengan memberi kepercayaan, komunikasi yang bebas, pengarahan diri, dan pengawasan yang tidak terlalu ketat.

3). Kondisi Fisik
Kondisi fisik antara lain berkaitan dengan penglihatan, pendengaran, kemampuan bicara, pincang, dan lumpuh karena kerusakan otak. Terhadap peserta didik yang memiliki kelainan fisik diperlukan sikap dan layanan yang berbeda dalam rangka membantu perkembangan pribadi mereka.

4) Pertumbuhan dan Perkembangan Kognitif
Pertumbuhan dan perkembangan dapat diklasifikasikan atas kognitif, psikologis, dan fisik. Pertumbuhan dan perkembangan berhubungan dengan struktur dan fungsi karakteristik manusia. Perubahan-perubahan tersebut terjadi dalam kemajuan yang mantap, dan merupakan suatu proses kematangan.

Perbedaan individu sebagaimana diuraikan di atas perlu dipahami oleh para pengembang kurikulum, guru, calon guru dan kepala sekolah agar dapat melaksanakan pembelajaran secara efektif. Memahami karakteristik individu sabagaimana diuraikan di atas, dalam pembelajaran peserta didik dapat diklasifikasikan kedalam tiga kelompok yaitu:

a. Kelompok normal
Mengembangkan pemahan tentang prinsip dan praktik aplikasi. Mengembangkan kemampuan praktik akademik yang berhubungan dengan pekerjaan.

b. Kelompok sedang
mengembangkan kemahiran berkomunikasi, kemahiran menggali potensi diri, dan aplikasi praktikal
mengembangkan kemahiran akademik dan kemahiran praktikal sehubungan dengan perkembangan dunia kerja maupun melanjutkan program pendidikan professional.

c. Kelompok tinggi
Mengembangkan pemahaman tentang prinsip, teori, dan aplikasi.Mengembangkan kemampuan akademik untuk memasuki pendidikan tinggi. Pengelompokan peserta didik ini perlu dijadikan bahan pertimbangan dan diperhatikan dalam menyusun kurikulum dan pengembangan pembelajaran.

Perancangan pembelajaran
Perancangan pembelajaran merupakan salah satu kompetensi pedagogik yang harus dimiliki guru, yang bermuara pada pelaksanaan pembelajaran. Perancangan pembelajaran sedikitnya mencakup tiga kegiatan, yaitu identifikasi kebutuhan, perumusan kompetensi dasar, dan penyusunan program pembelajaran.

1. Identifikasi Kebutuhan
Kebutuhan merupakan kesenjangan antara apa yang seharusnya dengan kondisi yang sebenarnya, atau sesuatu yang harus dipenuhi untuk mencapai tujuan. Pada tahap ini, sebaiknya guru melibatkan peserta didik untuk mengenali, menyatakan dan merumuskan kebutuhan belajar, sumber-sumber yangtersedia dan hambatan yang mungkin dihadapi dalam kegiatan pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan belajar.
Identifikasi kebutuhan bertujuan antara lain untuk melibatkan dan memotivasi peserta didik agar kegiatan belajar dirasakan sebagai bagian dari kehidupan dan mereka merasa memilikinya. Hal; ini dapat dilakukan sebagai berikut:
a. peserta didik didorong untuk menyatakan kebutuhan belajar berupa kompetensi tertentu yang ingin mereka miliki dan diperoleh melalui kegiatan pembelajaran.
b. Peserta didik didorong untuk mengenali dan mendayagunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk memenuhi kebututhan belajar.
c. Peserta didik dibantu untuk mengenali dan menyatakan kemungkinan adanya hambatan dalam upaya memenuhi kebutuhan belajar, baik yang datang dari dalam maupun dari luar
Berdasarkan identifikasi terhadap kebutuhan belajar bagi pembentukan kompetensi peserta didik, baik secara kelompok maupun perorangan, kemudian diidentifikasi sejumlah kompetensi untuk dijadikan bahan pembelajaran.

2. Identifikasi Kompetensi
Kompetensi merupakan suatu yang ingin dimiliki oleh peserta didik, dan merupakan komponen utama yang harus dirumuskan dalam pembelajaran. Kompetensi yang jelas akan memberi petunjuk yang jelas pula terhadap materi yang harus dipelajari, penetapan metoda dan media pembelajaran, serta memberi petunjuk terhadap penilaian.

Oleh sebab itu setiap kompetensi harus merupakan panduan dari pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak.. dari uraian di atas pembentukan kompetensi melibatkan intelegensi question (IQ), emosional intelegensi (EI), creativity intelegensi (CI), yang secara keseluruhan harus tertuju pada pembentukan spiritual intelegensi (SI).

Penilaian pencapaian kompetensi perlu dilakukan secara objektif, berdasarkan kinerja peserta didik, dengan bukti penguasaan mereka terhadap suatu kompetensi sebagai hasil belajar.

3. Penyusunan Program Pembelajaran
Penyusunan program pembelajaran akan bermuara pada rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), sebagai produk program pembelajaran jangka pendek, yang mencakup komponen program kegiatan belajar dan proses pelaksanaan program.

Komponen program mencakup kompetensi dasar, materi standar, metode dan teknik, media dan sumber belajar, waktu belajar dan daya dukung lainnya. Rencana pelaksanaan pembelajaran pada hakikatnya merupakan suatui sistem, yang terdiri atas komponen-komponen yang saling berhubungan serta berinteraksi satu sama lain, dan memuat langkah-langkah pelaksanaanya untuk membentuk kompetensi.

 Pengembangan Peserta Didik
Pengembangan peserta didik merupakan bagian dari kompetensi pedagogig yang harus dimiliki guru, untuk mengaktualisasikan berbagi potensi yang dimiliki oleh setiap peserta didik. Pengembangan peserta didik dapat dilakukan oleh guru melalui berbagai cara, antara lain kegiatan ekstrakurikuler, pengayaan dan remedial, serta bimbingan konseling (BK)

1. Kegiatan Ekstra Kurikuler
Kegiatan ekstrakurikuler yang juga sering disebut ekskul, merupakan kegiatan tambahan di suatu lembaga pendidikan, yang dilaksaanakan di luar kegiatan kurikuler, kegiatan ini banyak ragam dan kegiatannya, antara lain kesenian, olah raga, kepramukaan, keagamaan dan sebagainya. Kegiatan ekskul ini dikembangkan disekolah sesuai dengam kemampuan dan keadaan sekolah itu sendiri.

Disamping membentuk bakat ekskul juga dapat membentuk watak dan kepribadian anak didik, mengurangi kenakalan remaja, dapat saling mengenal satu sama lain antara anak didik dalam suatu kelas dengan kelas lainnya. Agar ekskulini dapat berhasil dan berdaya guna dapat dibina sesuaio denga visi dan misi sekolah yang bersangkutan.

2. Pengayaan dan Remedial
Program ini merupakan, pelengkap dan penjabaran dari program mingguan dan harian. Berdasarkan analisis terhadap kegiatan belajar, dan terhadap tugas-tugas, hasil tes dan ulangan dapat diperoleh tingkat kemampuan belajar setiap peserta didik.
Program ini juga mengidentifikasi materi yang perlu diulang, peserta didik yang wajib mengikuti remedial, dan yang mengikuti program pengayaan.

3. Bimbingan dan Konseling Pendidikan
Sekolah berkewajiban memberikan bimbingan dan konseling kepada peserta didik yang menyangkut pribadi, sosial, belajar dan karier.

Demikianlah beberapa hal tentang Paedagogi,
Semoga bermanfaat,  :)

sumber :


Thursday, 31 May 2012

Hasil Survey Semangat Belajar





Pada hari senin 28 Mei 2012, saya membuat sebuah survei dengan tema Semangat Belajar,
Lebih spesifiknya saya ingin mengetahui pengaruh lingkungan/tempat belajar terhadap semangat belajar mahasiswa.
Adapun lokasi yang saya maksud adalah di lingkungan Fakultas Psikologi Sumatera Utara, dan yang menjadi objek survei adalah mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara  Angkatan 2011.

# Komposisi kuisioner

Survei tersebut berbentuk kuisioner dengan komposisi sebagai berikut :

·         3 pertanyaan seputar data diri.
Yaitu : Nama, jenis kelamin, dan usia

·         1 pertanyaan tentang preferensi mahasiswa.
Yaitu : Mata kuliah favorit

·         6 pernyataan yang membutuhkan tanggapan Agree, Nutral, atau Disagree.
 Yaitu :

- Saya merasa nyaman belajar dalam ruangan ber-AC.

- Saya tidak menyukai belajar dalam kelas gabungan.

- Saya dapat tetap fokus kepada dosen yang sedang menerangkan meskipun keadaan kelas dalam keadaan tidak tertib (ribut).

- Saya tidak merasa nyaman ketika mengikuti perkuliahan apabila di sekitar saya ada sampah yang berserakan.

- Menurut saya kondisi cuaca memiliki pengaruh terhadap semangat dan konsentrasi saya ketika sedang mengikuti perkuliahan.

- Ketika mengikuti perkuliahan, saya tidak peduli/tetap dapat tetap fokus meskipun lingkungan belajar sedang tidak tertib.

Survei saya akhiri pada tanggal 30 Mei 2012, dengan total 65 responden, namun 2 diantaranya incomplete. Oleh karena itu, total responden yang sah ada 63 orang.
Berikut ini saya akan menunjukkan hasil dari survei tersebut.


# Nama-nama responden :

1. Fania
2. Oktavia Rizky
3. Priscilla D R S
4. Putri Azura
5. Yanade laila Rambe
6. Cellia Elisabeth Saragih
7. Gustina Handayani Harahap
8. Regina Anastasia
9. Oktorianta
10. Aisyah Huwaida S
11. Merry Christine Sitorus
12. Siti Rizki Kartika
13. Nissa Aztarid S
14. Novika Susi Lestari
15. Resi Pratiwi
16. Tia Nahara Hendrati
17. M Yani Bagus Irianto
18. Firman Sebayang
19. Safrida Liasna Tarigan
20. Fonds Novel
21. Merinda Rika
22. Simson Pasaribu
23. Nurul Fadhillah
24. Grace Theresia Sihotang
25. Desi M Maloky
26. Sulistia Putri
27. Citra Wahyuni 
28. Winda Lydia Sari
29. Mira Tantri Saragih
30. Dinda Rizvina Nasution
31. Nenita Sari S G
32. Dhara Puspita H
33. Ajeng Diah Andhini
34. Christine Natalia
35. Cynthia Marilyn Sitompul
36. Darmayantie Syahputri
37. Ratri Ps
38. Agnes Crista Siagian
39. Densi Wahyuni
40. Christyn Elisabeth Siagian
41. Edwin Mangatur Sirait
42. Ayu Puspita
43. Merry Christine
44. Raffles Pardede
45. Lusia Fitri Ayu Pardede
46. Melina Siallagan
47. Muhammad Rajief
48. Janpringatan Purba
49. Siti Melisa Harahap
50. Laili Isrami
51. Puspa Aryani Tantri
52. Edberg Winson
53. Winda Rizka
54. Agnes Oktavia
55. Chindy
56. Yohana Chrisela
57. Rizki Hasanah
58. Paskha Yohana
69. Fitri Silaen
60. Juniati Siallagan
61. Adolf Purba
62. Gita Yufika
63. Berliana Mega


# Hasil survei

-Pernyataan 1
“ Saya merasa nyaman belajar belajar dalam ruangan ber-AC”

Agree  
Total                      :               56         
Persentase         :               88.9%

Neutral              
Total                      :               6            
Persentase         :               9.5%

Disagree            
Total                      :               1            
Persentase         :               1.6%


-Pernyataan 2
“Saya tidak menyukai belajar dalam kelas gabungan”

Agree
Total                      :               32
Persentase         :               50.8%

Neutral
Total                      :               23
Persentase         :               36.50%

Disagree
Total                      :               8
Persentase         :               12.7%


-Pernyataan 3
“Saya dapat tetap fokus kepada dosen yang sedang menerangkan meskipun keadaan kelas dalam keadaan tidak tertib (ribut)”

Agree
Total                      :               8
Persentase         :               12.7%

Neutral
Total                      :               19
Persentase         :               30.2%

Disagree
Total                      :               36
Persentase         :               57.1%


-Pernyataan  4
“Saya tidak merasa nyaman ketika mengikuti perkuliahan apabila di sekitar saya terdapat sampah yang berserakan”

Agree
Total                      :               38
Persentase         :               60.3%

Neutral
Total                      :               20
Persentase         :               31.7%

Disagree
Total                      :               5
Persentase         :               7.9%



-Pernyataan 5
“Menurut saya kondisi cuaca memiliki pengaruh terhadap semangat dan konsentrasi saya ketika sedang mengikuti perkuliahan”

Agree
Total                      :               46
Persentase         :               73.0%

 Neutral
Total                      :               16
Persentase         :               25.4%

 Disagree
Total                      :               1
Persentase         :               1.6%



-Pernyataan 6
Ketika mengikuti perkuliahan favorit, saya tidak peduli/tetap dapat fokus meskipun lingkungan belajar sedang tidak tertib

Agree
Total                      :               16
Persentase         :               25.4%

Neutral
Total                      :               31
Persentase         :               49.2%

Disagree
Total                      :               16
Persentase         :               25.4%


# Berdasarkan hasil survei yang didapat, untuk mahasiswa fakultas psikologi universitas sumatera utara angkatan 2011 saya mengambil beberapa kesimpulan, yaitu :

1.Penggunaan AC di ruangan kelas sangat memengaruhi semangat belajar  mahasiswa.
Menurut saya hal ini karena penggunaan AC dapat meningkatkan kenyamanan mahasiswa, nah dengan meningkatnya kenyamanan maka akan meningkat pula semangat mahasiswa untuk belajar/mengikuti perkuliahan. Selain itu sebagaimana kita ketahui bahwa tanpa AC, ruangan biasanya akan menjadi panas, dan hal ini dapat membuat kita gelisah dan pada akhirnya menghilangkan semangat belajar.
Oleh karena itu berarti keberadaan AC di ruangan kelas sangat penting untuk meningkatkan semangat belajar.

2. Kelas terpisah lebih diminati
Menurut saya hal ini karena jumlah mahasiswa dalam kelas terpisah lebih sedikit dibandingkan kelas gabungan. Semakin sedikit mahasiswa maka semakin efektif pula penerimaan ilmu, sebab mahasiswa menjadi lebih mudah berkonsentrasi . sebagaimana kita ketahui bahwa kelas gabungan berisi 100-an mahasiswa dan hal ini tentu dapat memicu terjadinya keributan/kebisingan yang pada akhirnya dapat mengganggu konsentrasi belajar, dan sudah tentu pula hal ini menyebabkan semangat belajar  menjadi menurun.

3.Keadaan kelas yang tertib sangat berpengaruh terhadap konsentrasi belajar mahasiswa.
Sebagaimana kita ketahui bahwa ada beberapa orang yang dapat tetap fokus meskipun kelas dalam keadaan tidak tertib dan ada pula yang tidak dapat fokus karenanya.
Berdasarkan hasil survei ini, didapat bahwa lebih banyak orang yang tidak dapat fokus dibandingkan yang tetap dapat fokus. Hal ini karena keadaan tertib dapat meningkatkan konsentrasi.Tentunya hal ini mengidentifikasikan bahwa keadaan kelas yang tertib juga mempengaruhi semangat belajar mahasiswa.

4.Kebersihan lingkungan dapat meningkatkan semangat belajar.
Hal ini tidak memerlukan penjelasan yang panjang lebar karena kita semua sudah tau bahwa keadaan bersih dapat meningkatkan kenyamanan yang pada akhirnya dapat meningkatkan semangat belajar.

5. Kondisi cuaca berpengaruh terhadap semangat belajar.
Saya memang tidak memberikan contoh yang spesifik tentang cuaca yang bagaimana yang dimaksud, karena saya memang hanya ingin tahu apakah cuaca juga berpengaruh atau tidak.
Namun jika dianalisa lebih lanjut, berdasarkan pengalaman yang ada biasanya kondisi cuaca yang sedang (tidak panas dan tidak hujan) merupakan kondisi cuaca yang paling ideal untuk berlangsung perkuliahan.
Sebab cuaca yang panas dapat membuat gerah dan membuat mahasiswa menjadi tidak semangat belajar. Demikian pula cuaca hujan dapat memicu kantuk yang pada akhirnya membuyarkan konsentrasi dan menghilangkan semangat belajar.

6.Tingkat kefavoritan mahasiswa terhadap sebuah matakuliah tidak terlalu berpengaruh pada semangat belajarnya apabila sedang dihadapkan pada kondisi yang tidak tertib.
Apabila ketika perkuliahan mata kuliah A sedang berlangsung, ternyata keadaan kelas tidak tertib, maka tingkat kefavoritannya terhadap matakuliah A itu tidak serta merta dapat meningkatkan semangat belajarnya.

Demikianlah hasil survei ini saya sampaikan semoga bisa menjadi bahan pertimbangan agar dapat semakin meningkatkan semangat belajar mahasiswa dan hal itu tentunya juga akan meningkatkan kualitas mahasiswa.
Terimakasih untuk pihak-pihak yang telah terlibat dalam survei ini, yaitu  Ibu Filia Dina Anggaraeni sebagai dosen pengampu, teman-teman angkatan dan juga kepada situs penyedia layanan survei gratis ini  www.kwiksurveys.com.
Tentunya saya juga menerima kritik dan saran agar ke depannya saya dapat menjadi lebih baik.
Sekali lagi terimakasih,

Salam hormat,
Ariansyah
111301063




Testimoni :
Manurut saya membuat survei melalui situs ini merupakan pengalaman baru yang sangat berguna. Apalagi tentunya di waktu yang akan datang kami selaku mahasiswa psikologi tentunya akan sering melakukan survei, tidak semata untuk tugas akhir, namun mungkin juga digunakan dalam tugas-tugas kelompok. Selain itu situs ini juga menyajikan data hasil yang lumayan detil dan bisa langsung didownload. Sehingga semakin memudahkan mahasiswa. Pada intinya situs ini benar-benar bermanfaat.


Powered by :


Sunday, 13 May 2012

Pengalaman Belajar dengan Metode Blended Learning



Jujur, saya sangat menyukai metode belajar seperti ini. Karena hal ini merupakan hal baru, dan menurut saya ke depannya metode seperti ini pasti akan semakin berkembang.

Menurut saya poin positif dari metode Blended Learning ini adalah :

-Dengan metode seperti ini saya menjadi lebih mudah untuk mencari referensi bacaan tentang hal yang sedang di pelajari.

-Dengan metode seperti ini setiap anggota diskusi menjadi terpacu untuk memberikan pendapatnya masing-masing.

-Proses belajar juga tetap dapat berjalan meskipun para pesertanya sedang tidak berada di tempat yang sama.


Kemudian, kendala yang dihadapi adalah :

Jaringan internet yang terkadang sangat lemah yang akibatnya diskusi jadi terhambat. Kemudian mengenai daya tahan baterai laptop yang terbatas, meskipun sebenarnya hal ini masih bisa ditangani.


Blended Learning



Blended Learning adalah salah satu metode dalam belajar yang mana memadukan cara konvensional ( bertatap muka ) dengan media / teknologi online yang ada.

Blended Learning disebut juga dengan :
-Long Distance Instructed Learning
-Virtual Instructor Led Training

Mengapa disebut Long Distance Instructed ?
Karena metode ini memungkinkan para pesertanya unutk saling berinteraksi meskipun berada di tempat yang berbeda. Disinilah salah satu keunggulan dari metode ini.

Lalu mengapa pula disebut virtual ?
Karena proses belajarnya ini melibatkan dunia virtual sebagai media tatap muka (secara online).
Blended ini juga menekankan pada proses belajar dua arah, di mana pengajar dan murid bisa saling berinteraksi.

Ada 5 kunci untuk mengembangkan blended learning menurut Jared M. Carmen, yaitu :
-Pembelajaran langsung dan tatap muka secara sinkron

-Mengombinasikan cara belajar konvensional (2 arah) dengan cara belajar mandiri.

-Adanya kolaborasi lintas sekolah/kampus, maksudnya pengajar atau peserta bisa berasal 
dari sekolah/kampus yang berbeda.

-Mengadakan assessment, yaitu semacam ujian untuk menguji pemahaman peserta.

-Bahan-bahan pelajaran disiapkan dalam bentuk digital.



Blended Learning ini memiliki beberapa keuntungan, yaitu :

-Tidak tergantung pada ruang dan waktu.
Maksudnya apabila orang yang terlibat di dalamnya sedang berada di tempat yang berbeda-beda, proses ini tetap bisa dijalankan. Demikian juga dengan masalah waktunya.

-Menjawab tantangan jaman.
Seperti yang kita ketahui bahwa ke depannya nanti dunia pendidikan tidak terlepas dari dunia internet. Karena kedepannya nanti mungkin materi pelajaran bentuknya bukan buku lagi, melainkan sudah dalam bentuk digital.

-Memudahkan mencari sumber referensi yang lebih luas.
Dengan blended learning, kita jadi mudah jika ingin saling meng-share ilmu yang di dapat dari internet, dn apabila kita kekurangan bahan materi, kita bisa langsung googling.


Namun dibalik segala keuntungannya itu tentunya metode ini juga memiliki kekurangan yaitu :

-Sangat tergantung dari kualitas jaringan internet.
Jika sinyalnya kurang baik, percakapan menjadi terputus-putus dan akhirnya menghambat jalannya proses belajar.

-Belum semua orang memiliki peralatan/sarana untuk melakukan blended learning ini.
Seperti laptop dll.

-Masih minimnya pengetahuan tentang penggunaan sarana yang ada.

                  
 Sumber :



Friday, 4 May 2012

Macam-Macam Anak Berkebutuhan Khusus



Halo teman-teman bloggers !

Kita jumpa lagi nih, kali ini saya ingin ngebahas tentang anak berkebutuhan khusus.

Tanpa panjang lebar, mari kita mulai :)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCisPWec4i2hEoADZ64UpwPF98KrOSOCBqaw4SYRuFp5r9ofWU_-dTEUiesspp9fUZXGQTE9Wk-4UGELqOg25yp1kaLwD5MnfJNNqZUsEvXyfwxQsbqsDJZEA2VmgD_UDe62IVXZqHifk/s320/club-21-kids.jpg
Apa sih anak berkebutuhan khusus itu ?

Anak berkebutuhan khusus itu adalah mereka yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik, emosional, mental, sosial, dan/atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa.

Anak berkebutuhan khusus yang paling banyak mendapat perhatian guru menurut Kauffman dan Hallahan antara lain sebagai berikut :
 
-Anak tunanetra
-Anak tunarunguwicara
-Tunagrahita ( mental retardation )
-Anak berkesulitan belajar ( learning disabilities ) 
-Hyperactive
-Anak tunalaras
-Anak autistic
-Anak tunadaksa ( physical disability )
-Anak berbakat ( gifted and special talents )



Hmmm berdasarkan pengertian dan contoh di atas, kita bisa tau kalau anak berkebutuhan khusus itu gak selamanya berkonotasi negatif, karena anak berbakatpun ternyata juga digolongkan kepada anak berkebutuhan khusus .

Kita bahas lebih lanjut yuk pengertian dari macam contoh anak berkabutuhan khusus di atas.

- Anak tunanetra

Anak yang mengalami gangguan penglihatan atau ketidak fungsiannya indra penglihatan secara normal sehingga memerlukan layanan pendidikan khusus.Bervariasinya kelainan penglihatan pada anak tunanetra, menuntut adanya pengelolaan yang cermat dalam mengidentifikasi kekurangan dan kelebihan yang dimilikinya. Hal ini penting dalam upaya menentukan apa yang dibutuhkan dapat mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan kemampuan dan keadaannya.


- Anak tunarunguwicara

Anak tunarungu adalah anak yang mengalami gangguan pendengaran atau kehilangan pendengaran yang diakibatkan oleh ketidak fungsinya sebagian atau seluruh indra pendengaran dimana tingkat ketajaman pendengarannya tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya sehingga dibutuhkan suatu layanan pendidikan khusus.


- Tunagrahita ( mental retardation )

Anak yang mengalami keterbelakangan intelegensi di bawah rata-rata sedemikian rupa sehingga kurang mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan.
klasifikasi menurut tingkat kecerdasan :



# IQ antara 51 s/d 70 termasuk tunagrahita ringan ( mampu didik/debil )
anak ini mempunyai kemampuan untuk berkembang dalam bidang pelajaran akademik, penyesuaian sosial dan kemampuan bekerja.



# IQ antara 31 s/d 50 termasuk tunagrahita sedang ( mampu latih/embisil )
anak ini mempunyai kemampuan intelektual dan adaptasi perilaku di bawah tunagrahita ringan.



# IQ di bawah 30 termasuk tunagrahita berat ( mampu rawat / idiot ) dan sangat berat.
Anak ini sulit mencapai keterampilan hidup yang diharapakan secara normal.




- Anak berkesulitan belajar ( learning disabilities ) 



Anak yang berprestasi rendah (underachievers) umumnya kita temui disekolah karena mereka pada umumnya tidak mampu menguasai bidang studi tertentu yang diprogramkan oleh guru berdasarkan kurikulum yang berlaku.



- Hyperactive



anak yang aktifitasnya berlebihan anak sulit untuk diam dan tidak konsentrasi






- Anak tunalaras

Anak yang berumur antara 6-17 tahun dengan karakteristik bahwa anak tersebut mengalami gangguan/hambatan emosi dan berkelainan tingkah laku sehingga kurang dapat menyesuaikan diri dengan baik terhadap lingkungan keluarga,sekolah dan masyarakat.
Tunalaras ada 2 jenis yaitu :



# Tunalaras social ( socially maladjustek ) = anak yang tidak dapat menyesuaikan diri secara social, kita sebut dengan anak nakal.



# Tunalaras emosi ( emotional disturbed ) = anak yang mengalami gangguan emosi seperti terlalu penakut, penalu dan minder yang berlebihan.


- Anak autistic

Anak yang hidup didunianya sendiri sehingga anak tersebut terputus komunikasinya dengan lingkungannya.


-Anak tunadaksa ( physical disability )

Anak yang mengalami cacat tubuh/kerusakan tubuh atau anak yang mengalami gangguan fisik dan kesehatan dari tingkat ringan sampai dengan tingkat berat dan sangat berat.


- Anak berbakat ( gifted and special talents )

Anak yang menunjukkan fakta adanya kemampuan penampilan yang tinggi dalam bidang-bidang intelektual, kreatif, seni, kapasitas tinggi dalam bidang-bidang akademik khusus, dan yang memerlukan pelayanan-pelayanan atau aktifitas-aktifitas yang tidak bisa disediakan oleh sekolah agar tiap kemampuan berkembang secara penuh.



Oke, jadi itulah contoh anak yang termasuk ke dalam anak berkebutuhan khusus.

Mengenai pendidikan yang diberikan tentunya harus disesuaikan dengan ciri-ciri mereka, dan tentunya sang pendidik haruslah orang yang benar-benar sabar.

Sekian dulu yaa ..

Semoga bermanfaat :)


Sumber :