Showing posts with label Puisi :). Show all posts
Showing posts with label Puisi :). Show all posts

Tuesday, 27 August 2013

Tanpa Ekspresi

Maafkan aku yg tak se-ekspresif mereka,
mereka selalu berteriak , berjingkrak-jingkrak ketika ada hal yg menyenangkan hati.
Ketika ada hal yg menyenangkan,
Aku hanya bisa diam,
atau mungkin hanya sesimpul senyum yg kuukir.
Namun bukan berarti aku tak suka dgn hal yg kau beri itu.
Sayangnya kau tak bisa melihat lgsung ke dalam hati ini,
di dalam sini setiap sel yg kumiliki , mereka berteriak sorak sorai atas kebahagian yg kudapat.
Namun memang, sorak sorai itu hanya sebatas di dalam hati.
Aku tak tau bagaimana cara mengekspresikannya secara lgsung di wajah dan gerak tubuh,
Mungkin alur hidupku yg jarang tersentuh kebahagiaan yg menggelora yg mengakibatkan aku tak tau bagaimana seharusnya mengekspresikan hal itu jika ia datangnya di masa-masa sekarang.
Intinya,
Jangan engkau merasa bahwa aku tak menghargai apa yang ada,
jangan engkau merasa bahwa aku tak suka dengan apa yang sedang terjadi.
Sungguh, aku bahagia atas semua ini,
hanya saja, aku tak tau bagaimana cara mengekspresikannya di hadapanmu.
Percayalah,
Aku bahagia.

Sunday, 3 February 2013

Dimensi Hampa



Setengah jalan perputaran sang bumi
Berputar menari tiada lelah demi sang mentari
Itu bukanlah setitik masa
Melainkan lebih dari sekedar asa

Lama kunanti hal itu
Tujuannya hanya satu
Yaitu, melihat sang mentari
Mentari hati

Namun, ketika waktunya tlah tepat
Sang masa tlah datang
Mengapa semua diam ?
Sunyi senyap tanpa gelombang

Kenapa hanya ada aku disini ?
Terdampar di dimensi hampa
Kedap asa kedap rasa
Kau dimana ?





Friday, 24 August 2012

Memori Tanpa Hingga






Kan kucoba urai
Meski tak semua
Maklum manusia
Tempat khilaf dan lupa

Baiklah
Kumulai segera

Berawal dari seperempat lewat fajar
Berpindah tempat
Bercengkerama

Maaf, aku lupa detil selanjutnya
Karna terlalu indah, kurasa

Hari berulang
Fajar dan dewi malam saling berkejar
Menjadi saksi sepotong hati
Yang mengharap sang mentari

Hingga tak kusadari
Aku salah melangkah
Aku terjerembab
Hingga tergoreslah luka merekah

Waktu, aku ingin kembali
Ke satu menit sebelumnya saja
Waktu, mengapa kau diam

Baiklah waktu
Kau memang bijak
Mungkin kau bermaksud membiarkan aku sendiri yang menyelesaikannya

Baiklah, ku coba
Dan
Dan
Dan
Aku bisa !
Aku berhasil !

Mentari datang lagi
Melenyapkan sang badai
Aku bahagia, lagi
Mari kita lanjutkan
Kita masih beriringan

Hitam lalu putih
Emosi lalu tawa
Nyeri lalu degup
Datang lalu pergi

Hampir setengah dasawarsa
Tak terasa

Terlalu banyak memori
Tak terhingga
Ingin kuungkap
Namun tak bisa
Terlalu banyak

Mungkin tak disini
Mungkin di alam mimpi
Agar hanya kita yang tau
Ah, hanya aku tepatnya
Karna kuyakin
Kau tak mau tau

Terimakasih
Begitu banyak energi yang kau beri
Untuk menyalakan sumbu hati

Terimakasih pula
Atas luka yang kau beri
Kau ajarkan aku kuat
Kau ajarkan aku kokoh
Meski aku bukan karang

Memori tanpa hingga
Tetaplah terukir indah
Jangan kau hilang
Meski zaman menentang

Memori tanpa hingga
Antara aku dan dia



-ARiansyah Ranardhia-

Sstt.. Ada Yang Datang






Sstt.. ada yang datang
Ya, ada yang datang
Rasanya seperti biasa
Menyeri namun bertabur asa

Sstt.. biar kutunggu saja
Hanya sesaat
Hening, biarkan hening
Agar bisa kuresapi setiap molekul kehadiranmu

Oh tidak !
Kudapati lagi janggal itu
Dia sama seperti yang lain
Membawa hal yang sama

Ingin kulanjutkan momen ini
Tapi nurani menguasa
‘Jangan’ katanya
Baiklah..

Mengapa terjadi lagi
Sudah keseribu kali

Mengapa semua sama
Datang sesaat membirat luka
Mengoyak rerapuhan hati
Lalu pergi

Bukan kumencari sempurna
Kuhanya tak ingin terluka
Pada ruang yang sama
Kesekian kalinya



-ARiansyah Ranardhia-

Thursday, 23 August 2012

Ranardhia .






Ranardhia
Seuntai huruf sejuta makna

Mungkin tak berarti bagi dunia
Atau bahkan bagi dirinya

Namun bagiku itu lebih dari cukup
Untuk membuat terang di dada

Walau hanya aku yang rasa
Walau kau tak merasa

Aku tau ini sulit
Tapi aku yang memilih
Harus kuterima
Harus kujalani

Dua arah
Dua dunia
Tak mungkin bisa

Tapi tetap kugenggam
Tetap kupinjam

Sampai akhir dunia
Sampai padam usia






-ARiansyaH Ranardhia-

Lihat Aku






Disini
Aku tersudut
Disisi deru dunia
Terasing membisu sepi
Tiada yang peduli

Mengapa mereka begini
Setelah terpuaskan asa
Setelah lewat masa indah
Mengapa aku dilupa

Masih adakah asa tersisa
Masih adakah pejalan yang menyua
Yang mengulur jemari terekah

Sehingga terurai belit tak terarah
Tergaris senyum pelepas gundah
Mengering air di wajah

Ya
Pasti akan indah
Aku percaya
Semoga

Dunia
Lihat aku
Walau sebelah mata
Aku terima





-ARiansyaH Ranardhia-

Pejalan Asa







Aku hanya pejalan asa
Yang terpusing oleh dunia
Tersia oleh senja

Aku hampir kalah
Ingin kuulang semua
Ingin kembali ke mula
Agar kuubah laju arah

Namun itu sia
Tak mungkin lagi bisa
Harus kuterima
Tanpa lagi lara

Izinkan aku menata
Mencari celah salah
Menutupnya dengan indah
Semoga bisa

Waktu, asa, dunia
Aku berusaha




-ARiansyaH Ranardhia-

Sang Pelukis






Pelukis hati
Mengapa kau terhenti
Mengapa tiada lagi maestro indah
Mengapa tiada lagi gemintang warna

Berkali kuyakini bahwa
Kau hanya terhenti sesaat
Sekedar melepas lelah

Tak ingin kuberpikir bahwa
Kau benar-benar terhenti
Melepaskan kuas hati
Meninggalkan kanvas itu sendirian
Di ruang sepi nan gulita

Aku takut
Takut kanvas itu terasing
Berteman debu
Dan menjadi penghibur hening di ruang sepi

Sang maestro,
Kembalilah
Genggam lagi kuas itu
Tak perlu seindah Picaso
Hanya setoreh garis
Hanya secercah warna
Itu lebih dari cukup
Untuk membuat kanvas itu bersinar lagi

Pelukis hati
Kembali
Dan jangan berhenti




-ARiansyaH Ranardhia-

Sunday, 4 March 2012

Hidup Itu ..............

Hidup,
Sejuta misteri yang nyata,
Yang harus ditempuh, siap atau tidak siap,..

Hidup itu juga tentang .........

SEDIH - SENANG

Bagaimana si sedih datang menginterupsi si senang,
Ataupun si senang yang datang setelah deraian badai kesedihan

TANGIS - TAWA

Ketika tawa mampu menghilangkan rasa asin di wajah

SEPI - RAMAI

Ketika sepi biasanya datang setelah ramai, maupun sebaliknya.

JAUH - DEKAT

Jauh adalah guru terbaik untuk mengajarkan arti kehadiran, untuk menghargai orang ataupun segala sesuatu ketika ia masih ada di dekat kita.

MISKIN - KAYA
Ketika si miskin sering terlupakan oleh si kaya

BENCI - CINTA

Perbedaan diantaranya hanya setipis helaian rambut.

MUSUH - KAWAN

Hari ini dia musuhmu, tapi bisa saja esok hari dialah yang menjadi kawanmu,
Bahkan mungkin menjadi sahabatmu.
Dan sebaliknya,
Hingga tak ada istilah
'Musuh Abadi' ataupun 'Kawan Abadi'

GELAP - TERANG

Ketika pekatnya gelap menjadi pertanda bahwa terang akan segera muncul.
Jadi, jangan bersedih.

SAKIT - SEHAT

Sakitlah yang menjadi guru terbaik yang mengajarkan tentang arti dari
sehat

DINGIN - HANGAT

Ketika si hangat bisa melenyapkan si dingin, hingga tak ada lagi kekakuan dalam kata

HITAM - PUTIH

Tentang hitam yang sering merusak putih,
Namun juga tentang putih yang membersihkan sang hitam

MENINGGALKAN - DITINGGALKAN

Persiapkan mental, karna mau tidak mau, siap tidak siap, takdir itu akan datang.

RENDAH - TINGGI

Tentang rendah yang harus patuh pada tinggi.

JAHAT - BAIK

Pilihan hidup,
Yang mana sewaktu-waktu bisa berubah

RAGU - YAKIN

Tentang
ragu yang selalu menggoyahkan si yakin.

TIDAK - YA

Tentang dua kata yang terkadang dapat menentukan hidup dan mati

LUPA - INGAT

Tentang lupa yang sering menggoreskan luka di hati, karna dengan tega menghardik sang ingatan

Kurang lebih begitulah arti hidup ini,
Tetaplah berusaha yang terbaik,
Berdoa pada Tuhan,
Dan yang tak kalah penting,
Be Your Self !


"myarianmylife"